Among tamu

Suatu hari bapaknya Teona pulang kantor bawa paper bag yang isinya bahan kebaya, kain jarik, hijab. Ada surat yang isinya permintaan (tolong) untuk bersedia menjadi among tamu di acara pernikahan anak teman dekat di kantor bapaknya Teona. Masa-masa jadi bridesmaid udah lewat, sekarang datang masa jadi among tamu *terimanasib. 

Hari Jumat nya, saya pulang ke rumah ortu saya supaya Teona bisa dijaga sama kedua adik saya. Saya-nya ya sueneng banget,  karena udah ada salon langganan dan tenang nitip Teona. Hehe. Sementara bapaknya masih dinas ke Bali, jadi hari H kita janjian dong ketemu di tempat acara *masing2sibukceritanya. Ndelalah kok ya pas banget, orang tua saya juga ternyata diminta jadi among tamu di acara pernikahan anak sahabat mereka. Jadi saya sama ibu nyalon bareng, karena among tamu kan diminta dateng standby duluan. 

Ternyata sore hari hujan deraass. Kebiasaan Jakarta kalo hujan deras adalah makin macet! Alhamdulillah dateng berbarengan sama bapaknya Teona. Trus cek2 segala sesuatu sekaligus rundown acara. Adat yang dipakai adalah Solo basahan, kostum yang dipakai adalah dodotan. Dodotan itu, yang wanita pakai kostum bentuknya dress kemben. Sementara yang pria pakai jarik dan kain di pinggang saja. Jadi pinggang ke atas terbuka. Mengingat sedang tugas negara, jadi gak terlalu bebas foto2in, selain foto selfie. Hoho. Acara Alhamdulillah berjalan tepat waktu jam 7 kirab berjalan hingga jam9 malam acara benar2 selesai. 
Saya cukup memuji acara tersebut. Dekorasinya mewah dengan gebyok warna putih dihiasi bunga2 hidup. Begitu juga dengan desain dekorasi lainnya. 


Sesi foto2 saya hanya sempet jepret2 saat acara belum dimulai. Kami sempet wefie hingga foto2 di photobooth *ininihfavoritekalokondangan. Menjelang acara mulai hujan reda sehingga panitia dan tetamu mulai rame hingga selesai acara susah untuk curi2 foto. Karena saya dampingi bapaknya Teona beramah tamah dan salaman dengan para tamu esp jajaran pimpinan di kantor bapaknya Teona. Berdiri sejam lebih dengan segala perangkat lenong (baca: make up, kebayaan, dan heels walopun hanya 5cm) sungguh melelahkan. 
Pukul 20.30 among tamu baru bisa bubar, karena pimpinan sudah pada pulang. Kami makan malam dan masih lanjut ngobrol2. 
Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses. Sukses itu: tamu buanyak plus tidak kekurangan makanan. Seringkali terjadi dan yang paling dikhawatirkan adalah acara belum selesai tapi makanan sudah habis *amit2. Begitupun dulu saat saya menikah, Alhamdulillah lancar dan sukses. Artinya sesuai perhitungan, baik luas tempat acaranya, luas parkir gedung, hitungan undangan, dan porsi makanan. Biasanya katering itu 2x lipat jumlah undangan dengan asumsi undangan membawa pasangan. Yah gitu deh, menggelar hajatan selalu ada kelebihan dan kekurangan. Tapi bagaimana caranya meminimalkan kekurangannya 😉

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

8 thoughts on “Among tamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s