Hampers

Seorang tetangga saya, pasangan keturunan tionghoa. Suatu hari memberikan hampers anak kedua mereka. Hampers, apa itu? *ndeso. Saya taunya jumpers. Hoho. Kata si cece tetangga itu, hampers semacam bingkisan atau souvenir satu bulan kelahiran si bayi. Kalo di kita semacam empat puluh harian atau aqiqah gitu lah ya. Sama kayak baby shower? Opo kui? Di kita mah tujuh bulanan. Banyak istilah dan budaya baru jaman sekarang ya. Pas saya search di IG, ampun deh hampers lucu2 bangettt. Segala rupa dan beraneka budget ada semua. Kreatifff. 

Hampers tetangga saya isinya: mug bergambar monyet dan pisang, setoples permen gula2, dan cookies bentuk monyet dan stroller. Tahun ini tahun monyet ya?  Lucuuu. Entah kenapa saya suka segala hal yang berbentuk souvenir gini. Menurut saya menunjukkan kreatifitas orang. Walopun selalu aja ada orang yang template banget, followers gitu. Tapi hampers pertama yang saya dapat ini cukup unik. Tulisan2 di mug nya dan toples permen gula2, ingredients nya lucu, cerita little family mereka gitu. Trus nutrition facts, antara lain: 100% love,  80% care, 10% hugs, 10% kisses, & 10% honey. How lovely. 


Hal-hal kayak hampers ini pasti ada makna yang mendalam ya kan. Karena orang niat dan menyempatkan waktu untuk berpikir membuat rencana, budgeting, hingga eksekusi. Makanya saya sangat mengapresiasi. Tujuannya menyimpan moment dalam bentuk souvenir yang bisa dikenang tapi juga bermanfaat. Yang kayak gini ssekaligus membuka peluang bisnis. Hari gini segala hal bisa dibisnisin. Buat yang pengen buat hampers tapi gerak terbatas, tinggal berdayakan jari Anda, pesan-bayar-barang sampe. Semudah itu. 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

7 thoughts on “Hampers

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Franny….

    Kalau di sini pemberian hampers itu sudah menjadi satu budaya mbak. Dalam apa juga acara atau lomba, pasti akan ada hamper pelbagai jenis untuk dihadiahkan kepada sesiapa. Senang ya mbak mendapat hamper dari tetangga. ia tentu membuat mbak senyum sepanjang hari dan sehingga menulisnya di sini, ya. 🙂

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.

    1. Waalaikumsalam bu Haji Fatimah. Di Indonesia juga sama tapi sebutannya bukan hampers tapi souvenir atau goody bag. Sementara hampers istilah baru saja yang identik dengan budaya keturunan tionghoa. Sebenarnya mirip2 dengan budaya pada umumnya hanya istilahnya saja berbeda 🙂 Salam hangat dari Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s