Kuota Haji

Sumber gambar: instagram @mekkah_almukaromah

Sebagai manusia yang amat memimpikan bisa menunaikan rukun Islam kelima yaitu naik haji. Saya menyambut baik dan berharap banyak dengan penambahan kuota haji dari Filipina dan Singapura. Alhamdulillah, semoga segera terealisasi. Amin. Mending kuota negara2 yang bukan mayoritas muslim, dikasih ke Indonesia deh. Mengingat penduduk Indonesia yang luar biasa buanyak ini, agar gak antri terlalu lama untuk bisa berhaji. Lihat tenda yang di TV sama di ig nya Mbak DPD, bagai bumi dan langit. Di TV serba terbatas sementara yang Mbak DPD, VIP bangettt.  

Walopun saya pribadi rada was-was, soal apa? Dana ya? Saya yakin rezeki gak akan pernah salah, sudah digariskan. Saya was-was soal umur! Umur Saya sampe gak ya, hingga kesempatan berhaji itu datang ke saya. Karenaaa, beribadah haji ataupun umroh itu bukan soal kita punya uang banyak tapi soal panggilan dari YME. Buanyak banget saudara, teman, sampe kenalan yang tajir melintir keplintir tapi umroh aja belom apalagi haji. Bukan soal dana tentu saja, karena mereka punya sejuta hal-hal lain yang lebih penting dilakukan dibandingkan umroh atau haji *ehem

Balik lagi ke soal kuota haji, Saya menyampaikan impian saya ke bapaknya Teona. Kalo ada kesempatan berangkat haji saat kita sedang di negara yang bukan mayoritas muslim, kita jalan aja. Gak perlu antri kuota. Mungkin itu salah satu keuntungan menjadi warga di negara yang bukan mayoritas muslim. Bebas aja mau daftar haji tanpa antri. Karena Saya melihat kenyataan antrian haji di Indonesia sudah gak ada harapan. Tapi kalo benar kuota negara yang bukan mayoritas muslim itu dihibahkan ke Indonesia berarti masih ada harapan. Semoga.

Yakin deh, siapapun manusia yang pernah ke tanah suci. Pasti mengalami kerinduan terdalam untuk kembali kesana. Walopun bukan traveller, saya pernah mengunjungi beberapa kota di Indonesia dan beberapa negara lain. Rasa ingin datang kembali pasti ada, tapi rasanya sangat berbeda dengan rasa ingin kembali ke tanah suci. Tidak hanya bisa refreshing, wisata belanja, dan wisata kuliner. Tapi bisa langsung curhat di rumah Allah. Mau doa diem2 khusyuk sampe nangis meraung-raung, bebas aja. Di sana serasa lepas beban duniawi.  Apalagi bisa menunaikan haji selagi ada umur dan kesempatan. Ada yang sependapat dengan pandangan saya? Toss dulu πŸ™‚ 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

13 thoughts on “Kuota Haji

  1. Mbak DPD itu siapa Frany? Ada beberapa dosenku naik haji dari Swiss, Belanda, dan beberapa negara Eropa lainnya. Waktu itu mereka cerita ga ada antrian, dan ingat masalah umur juga. Jadi selagi ada umur dan panggilan, mereka mengusahakan segera berangkat. Setelah aku di Belanda, mulai nanya2, juga mulai nabung2. Mumpung ada di negara yg ga perlu antri kalau mau berangkat haji.

    1. Mbak DPD: f@hira IDR!s. Naahh, mumpung ada kesempatannya tuh, Mbak Deny. Tapi gak terburu-buru juga, kan Mbak sudah migrasi kesana bukan hanya berkunjung. Beda dengan di Indonesia yang berjuang daftar demi kuota haji.

  2. yup, salah satu tempat yang paling dikangenin, pengen balik lagi ..InshaAllah kalau naik haji pengennya ga dari Indonesia hehe (doanya banyak maksud gini), biar kuotanya bisa dipakai orang lain πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s