Teman bikin pusing 


Saat muda, maksudnya saat sekolah sampai kuliah. Saya gak ada masalah dalam berteman, sehingga saya punya banyak genk, bukan genk sosialita loh ya. Genk itu pun masih awet sampai sekarang walopun jarang ketemu karena kesibukan masing2. Selama bekerja pun, saya gak ada masalah dalam berteman. Saya gak merasa berkewajiban harus punya banyak teman, semua mengalir aja. Toh apapun yang terjadi sama saya, family came first. Temen ya sekedarnya, gak terlibat segitu dalamnya juga *privacy.



Saat ini, ketika sudah menjadi ibu2. Alhamdulillah Saya menemukan teman ibu2 lain yang kurang lebih sebaya, seru dan cocok untuk bertukar pikiran maupun bertukar info . Tapi tidak begitu dengan teman2 ibu2 yang usia 35 keatas *mending sebut umur deh daripada identitas. Yang saya temui atau yang ada di sekitar Saya, minta ampun nyebelinnya. Udah jaga jarak pun tetep aja ribet, segala hal pokonya. Saya gak cocok! Kalo sebut usia wanita katanya gak sopan, tapi akan lebih gak sopan lagi kalo saya bahas perbedaan tingkat pendidikan *yes, bukan nyinyir lagi ini tapi udah ketus. Walopun secara materi mereka jauhh berlebih dari saya, dibuktikan dengan mobil sport dan mobil mahal lainnya. Tapi tidak sinkron dengan cara berpikirnya.
Bapaknya Teona mengingatkan agar saya gak terpengaruh (minta beli mobil sport) omongan mereka. Haha. Ya kaliii. Jelas2 Saya apatis dalam segala hal kecuali keimanan ya. Insya Allah qana’ah.  Makanya temen di dunia nyata, sehari-hari, yang pas di hati. Saya maintance sebaik-baiknya tanpa embel2 diprospek-lah. Saya paling benci diprospek! Cuma bisa banyak2 berdoa, supaya dijauhkan dari orang2 yang ga asik! Amin.

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

12 thoughts on “Teman bikin pusing 

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Frany….

    Iya mbak, kalau teman yang bicaranya selalu ngaku dirinya bagus dari orang lain tentu sahaja membosankan kita ya. Sebaiknya teman yang jujur dan selalu membaiki kita dengan pesan yang baik2 adalah teman yang menerima kita seadanya.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s