Nasionalisme WNA?


Kalo ada beberapa teman kuliah Saya yang memilih bersuami WNA dan getol memamerkan paspor barunya yang bukan lagi paspor Indonesia. Kembali lagi itu hak mereka, peran saya di socmed hanya sebagai pemirsa. Namun yang menarik, belakangan ini ramai dua berita yang berkaitan dengan kewarganegaraan Indonesia-nya. Berita pahit yang menyangkut kewarganegaraan seseorang.

  1. Seorang menteri yang baru 20 hari menjabat diberhentikan dengan hormat oleh Presiden karena memiliki paspor Amerika. Sebuah media melansir berita bahwa ex menteri tersebut sudah menjadi WNA melalui proses naturalisasi pada Maret 2012 dengan diambilnya oath of allegiance atau sumpah setia kepada negara Amerika Serikat. (Sumber: Liputan6.com) Walopun bisa membuktikan dirinya memiliki paspor Indonesia dan tentu sebagian masyarakat menilai pencopotannya tidak fair. Balik lagi, Indonesia melaksanakan UU, kalo menyimpang tentu tidak konstitusional *kurang tajem nih intelnya 😉
  2. Seorang pelajar gagal  dikukuhkan menjadi paskibraka pada upacara 17 Agustus di istana negara. Alasan gagal dikukuhkan karena pelajar tersebut memiliki paspor Perancis. Sementara peraturan perekrutan paskibraka wajib WNI. Dalam UU no. 12 Tahun 2006 jelas disebutkan: seseorang kehilangan warga negara apabila memiliki paspor (negara lain). (Sumber: kompas.com) Sial aja ini pelajar, biar gimana dia masih anak2, mana sih ngerti birokrasi bikin dia jadi begini. 

    Kalau dinilai tidak fair? Ya memang tidak. Indonesia mungkin gak seperti Korut tapi tiap negara memiliki UU dan peraturan yang berlaku. Pendekatannya tentu aja beda, ex menteri malang melintang di dunia minyak selama 20 tahun di amrik. Gampang aja menerima dengan legowo. Sementara si pelajar, tentu aja susah menerima karena merasa berdedikasi. Sehingga menpora menggunakan pendekatan yang berbeda. Hmm, bukan salah bunda mengandung kalau kenyataan bikin mutung *ngarang. 

    Mungkin udah waktunya gak lagi menuntut dwikewarganegaraan untuk anak hasil pernikahan campur ataupun yang memang memilih bermigrasi dalam hal pekerjaan dan kehidupan. Tapi masa depan individu tersebut akan kemana? Wallahualam. Kasian loh mereka, nasionalisme mereka jadi luntur hanya karena hal warga negara. Gak bisa juga sakit hati, pilihan hidup.

    Advertisements

    Author:

    Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

    11 thoughts on “Nasionalisme WNA?

    1. mau komen kasus yg nmr 2 itu, krn terkait dengan anak2 hasil perkawinan campur, walaupun dia punya kewarganearaan ayahnya tp kan dia juga punya kewarganegaraan ibunya ( WNI) mereka kan masuk produk Affidavit yg mana bisa memiliki kewarganegaraan ganda terbatas, nanti saat usia anak masuk 18 tahun baru deh boleh milih salah satu kewarganegaraan. gak adil banget, kasian kan, gimana nasib anakku nanti ya? *sambil mikir*

      1. Very well noted infonya, Adhya. Aku gak paham detilnya sih. Tapi temen2 kuliahku yg bersuami WNA memang mempersiapkan anak2nya untuk WNA. Walopun saat ini masih ada yg domisili di Indonesia, jadi mereka gak mempermasalahkan. Kenyataan pahit ya untuk anak no 2, kasian 😦

    2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Frany…
      Ternyata apabila sudah memilih, pasti ada risikonya ya. Namun kasihan kepada anak-anak yang mungkin terjerat dengan masalah birokrasi ini sebelum memahami apa yang akan terjadi. Mudahan ada solusinya.

      Salam kenal Frany dari Sarikei, Sarawak. 🙂

      1. Waalaikumsalam wr.wb bunda Hj. Fatimah. Negara Indonesia menjalankan Undang-Undang yang berlaku sesuai konstitusional. Saya rasa Malaysia dan Negara lain pun memiliki aturan walaupun terkesan rasis. Salam hangat dari Jakarta 🙂

    3. Sebagian besar negara itu menganut sistem ke WN tunggal. Semua sama. Cuma dlm konvensi int.setiap org berhak hidup dan memiliki ke WN. Krnnya org yg punya bipartite (2WN) hrs pilih slh satu. Knp bnyk yg bipartite. Krn ada yg menganut azas ius soli (kelahiran) dan ius sanguinis (keturunan). Kl indonesia ius sangunis. AS dan Aus azasnya ius soli. Yg terakhir biasanya ngr2 baru yg butuh penduduk. Kl anak lhr di Australi dia punya hak utk jd WN australi tp dia jg keturunan indonesia. Mknya stlh 18 th mnrt hukum indonesia dia hrs pilih. Kl punya 2 ke WN prinsipnya di dunia tdk boleh. 1) utk menghitung statistik akn jd redundant 2) org akn rame2 punya 2 ke WN bhkan 10 😁 Efeknya kl mau bicara soal tunjangan sosial, sensus, susah. Blm masalah keamanan, terorisme narkoba, ekstradisi..siapq yg mengadili? Jd saya bingung juga soal bnyj yg dukung bipartite..

    4. Untuk kasus menteri itu ya salah menterinya knp dia tdk bilang bhw dia prnh naturalisasi…bkn konteks dia lahir di AS. Kl soal gloria sdh sewajarnya. Yg salah panitia yg teledor..

      1. Berita terakhir yang Saya dengar: pak ex menteri sudah meminta maaf secara terbuka dan kasus gagalnya pengukuhan paskibraka walaupun baru pertama kali terjadi. Semoga menjadi pembelajaran untuk semua pihak.

    5. Berita terakhir jg gloria akhirnya turunkan bendera. Baguslah. Beda dg kasus menteri yg jls ada UU nya. Mslhnya kl naturalisasi ga wjb lapor.. cuma dg sendirinya, otomatis, WN nya hilang. Mknya bnyk yg msh punya paspor Indonesia. Cuma pasti masuk ke pelanggaran hukum…

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s