Pendapat tentang gagal menikah

image

Saya bukan pakar pernikahan atau psikolog. Sekedar cerita dan sedikit beropini tentang hal ini. No offense. Kalo gak setuju, skip aja.

Sejak dulu kejadian batal menikah udah ada, sama dengan LGBT, dari jaman Nabi Luth udah ada. Tapi baru marak sekarang. Kalo di film2 luar, kejadian batal menikah itu dianggap hal biasa atau malah prestasi yang bikin orang tsb jadi center of attention dan mendadak seleb. Di Indonesia pada umumnya, kejadian batal menikah termasuk kejadian luar biasa.

Beberapa faktor yang menjadi sebab (sekali lagi, ini sekedar opini Saya):
1. Keluarga. Sejak awal, keluarga memiliki peranan penting. Karena seperti diketahui bersama, di Indonesia menikah = menyatukan kedua keluarga, bukan hanya dua individu. Karena kekeluargaan di Indonesia erat dan guyub. Makanya ada proses: perkenalan keluarga yang intinya saling melihat satu sama lain keluarga, di Indonesia umumnya akan lebih baik ‘selevel’. Jika tidak maka akan terjadi timpang yang berujung tidak disetujui. Bila kedua keluarga sudah saling setuju maka berlanjut ke lamaran resmi yang membawa serta kedua keluarga besar. Kemudian rapat keluarga untuk merencanakan perhelatan pernikahan. Itu kondisi ideal, tidak menutup kemungkinan adanya drama di internal keluarga yang berimbas ke pasangan calon pengantin 😦

2. Dokumen kelengkapan, berupa berkas2 yang akan diserahkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) atau catatan sipil. Segala rupa berkas, akte kelahiran, KTP, KK, dan lainnya wajib dilengkapi dan diselesaikan administrasinya. Bila sudah beres maka penghulu atau petugas yang akan menikahkan kemudian dijadwalkan. Bila terjadi hal yang tidak diinginkan, bubar jalan semua 😦

3. Biaya. Hebatlah orang yang bilang menikah itu murah. Setau dan sepengalaman saya, menikah itu mahal! Membayar biaya ke vendor2 seperti: dekorasi, rias, kebaya atau bridal, hingga katering! Nah, salutlah yang bilang menikah itu murah. Mulai pencarian vendor, DP, detil persiapan, hingga pelunasan. Jika batal, belum tentu bisa di-refund 😦

4. Undangan khalayak ramai. Menjadi tradisi dan sunnah dalam Islam, menghelat acara syukuran hingga pesta resepsi yang bermaksud mengumumkan dan turut mendoakan kedua pengantin. Tujuannya menghindari fitnah. Sebelumnya undangan tentu disebar, biasanya 2 minggu sebelum hari H. Bila terjadi hal yang tidak diinginkan, tidak mungkin dibuat pengumuman batal. Dalam bentuk apa? Flyer? Pamflet? Gendeng! 😦

5. Psikis calon pengantin. Ketika segala yang direncanakan batal tentu berdampak psikologis terhadap jiwa calon pengantin. Terutama rasa malu, tapi gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur 😦

Udah paling bener cukup tau dan gak perlu menanyakan alasannya. Bila sudah waktunya, nanti akan tau juga. Sementara waktu, maklumi saja. Walopun rasa kepo bikin gundah gulana *halah. Intinya berempati dengan bersikap biasa saja. Calon pengantin tersebut sudah cukup pusing dengan ujian hidupnya, untuk apa kita bikin makin pusing. Nah, itu poin dari semua ocehan Saya: ujian hidup manusia berbeda. Cukup untuk diketahui saja, bila tidak bisa membantu, silakan diam dan jadi pemirsa yang bijak. Bila mulut gatal untuk mem-bully, ingat saja kita punya anak/sepupu/keponakan/saudara perempuan yang bisa jadi mengalami ujian tersebut. Wallahuallam.

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

10 thoughts on “Pendapat tentang gagal menikah

  1. seringnya sih yang saya dengar batal menikah karena masalah keluarga .. ga setuju .. eh tapi -ada juga yang tiba2 batal karena pas menjelang hari H-nya merasa ” dia bukan belahan jiwanya “

  2. iya ya…kan nggak mungkin juga bila batal nikah lalu kita sulap semua yg terlanjur dibooking jd pesta perayaan ulang tahun…sbtlnya dlm islam ada jumlah minimal untuk nilai perayaan satu ekor kambing saja, bahkan kalau tdk mampu dg apa yg ada, mahar bisa dg bacaan AQ…intinya sederhana dan dipermudah lebih bagus…tapi skrg sudah bercampur tradisi dan kebiasaan…kalau ngga diundang bnyk yg baper…hihihik…

  3. Iya sebab pertama tuh yang pernah dialamin temenku. Dari awal pacaran sebenarnya dah keliatan ga cocok. Dipaksain sampe lamaran dan udah mulai persiapan akad & resepsi. Untung blom sebar undangan 🐾🐾

    Yang bikin mahal itu yaa dari kemauan keluarga besar hehe.. Kadang si mempelainya pingin simple 🐈🐈

  4. Jadi inget pakde saya, kata ibu saya, saat pernikahan ditinggal calon istri lari entah kemana, dan hingga saat ini, umur skitar 60an pakde memutuskan tidak menikah saking trauma nya..hiks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s