Pengalaman tidak mudik

image

Selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali ke fitrah. Amin. Tahun ini saya gak mudik! Super yeay! Kenapa seneng? Yah, biar ganti suasana aja. Karena satu dan lain hal, keluarga suami yang berlebaran di Jakarta. Saya seneng2 aja, selain karena Jakarta kota kelahiran jadi saya pasti bisa menikmatinya. Karena memang gak terlalu banyak hal yang bisa dilakukan saat mudik di keluarga suami. Mau wisata kuliner? Di kota Padang, sejak puasa semua resto, kecuali junkfood dipastikan tutup! Mau wisata jalan2, nah semua penduduk kota Padang tentu aja pada mudik ke daerah asal, seperti payakumbuh, pariaman, bukittinggi, dll. Sehingga lalu lintas padat dan gak rekomend ikutan bermacet ria. Jadi berlebaran di Jakarta menjadi pengalaman yang seru2 aja.

Hari ini acara ngumpul2 dan tentu aja makan2 bareng dong. Besok2 masih sama trus paling jalan, blanja2, seru2an abisin libur. Sedih ya, Ramadhan tahun ini dilewati dengan berita2 bom esp bom di Madinah. Kalo saya sih menarik kesimpulannya simpel aja: kalo masih mengaku manusia yang memegang teguh dua kalimat syahadat, masih sholat, dan menjalankan syariat Islam gak akan kayak gitu.

Oh ya, Saya mau cerita sedikit tentang kendala libur lebaran. Pertama, galon! Jiyahhh, masih dong terkendala karena kehabisan stock air galon. Huhuhu. Padahal udah ‘nimbun’ banyak, jadi ntar kalo stock habis pake air mineral 1500ml dulu. Kedua, sayur! Kalo lauk insya Allah aman, kalo sayur? Tadi ke pasar masih pada tutup dan terpaksa beli di emperan pasar ada yang jualan tapi masih terbatas. Pas jalan pulang, dua kali ditanya orang beli sayur di mana? Tapi bersyukur, tempat makan dan supermaket di sekitar tempat tinggal saya pada buka! Alhamdulillah, jadi tetep bisa beli yang dibutuhkan.

Senin, 11 Juli 2016, orang kerja pada masuk kerja kembali. Sementara anak sekolah pada baru masuk Senin, 18 Juli 2016. Selamat kembali padat, Jakarta. Buat saya yang penting: sing adem tentrem mawon.

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

6 thoughts on “Pengalaman tidak mudik

    1. Walaupun tentu lebarannya jadi terasa sedikit berbeda yg penting tetap happy. Lebih dan kurang tentu saja dimaklumi. Hanya berbagi cerita saja πŸ™‚ Selamat idul fitri juga, mohon maaf lahir dan batin.

  1. hehehe, samaaa.. kendalanya GALON, udah nyetok 5 galon ternyata masih kurang :p
    sayur juga, harus ke pasar besar dl baru ada *ga nyari ke supermarket* untung ada indomi, eeh??!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s