I’tikaf

Ajakan i’tikaf mampir ke HP saya dari seorang teman baik. Kondisi dia sama dengan saya, bedanya si nenek turut membantu urus cucu. Ketika ajakan itu datang, pertanyaan utama Saya: anak gimana? Teman Saya jawab: “diajak, banyak kok yang bawa anak.” Temen Saya ini mengajak i’tikaf sejak sore hari hingga esok subuh. Jawaban terakhir Saya, akan Saya diskusikan dulu dengan suami. Terus terang, seumur hidup rasanya saya belum pernah i’tikaf. Karena Ayah saya tidak membolehkan keluar malam, apalagi pulang subuh. Kalopun ikut pesantren kilat, saya memang paling lemah terbangun dini hari untuk berlama-lama ibadah. Paling beberapa solat sunnah trus tidur lagi. Hehe. Lain hal kalo lagi umroh ya, segala yang gak mungkin buat saya malah jadi mungkin! Subhanallah.

Saat Saya tanyakan ke suami ada beberapa pertimbangan sebelum mengambil keputusan akhir:
1. Beda i’tikaf dan berdiam diri di masjid.
I’tikaf: bermunajat, introspeksi diri, dan memperbanyak ibadah sehari penuh, subuh ke subuh berikutnya. Berdiam diri di masjid: mirip dengan i’tikaf hanya beda di waktu. Seperti menunggu waktu solat, hingga ke solat berikutnya. Trend yang berkembang sekarang, sejak berbuka atau setelah tarawih hingga esok subuh.

2. Katanya bisa membawa anak. Tiap orang tua pasti paham situasi dan kondisi anaknya. Kalo untuk Saya, yang ada bukannya i’tikaf tapi memindah pengasuhan Teona dari rumah ke masjid. Untuk tarawih saja, kami mengerjakannya antara di musola bawah atau di rumah.

3. Mengerjakan ibadah lain yang pahalanya sama. Mengingat poin nomor 2, suami menyarankan agar saya atau kami mengerjakan ibadah lain yang pahalanya sama dengan i’tikaf tanpa melalaikan kewajiban menjaga anak. Pilihan yang ada, misalnya:

image

Keputusan akhir: untuk saat ini, kami belum bisa ikut i’tikaf berkaitan dengan situasi dan kondisi.

Selamat ber-i’tikaf bagi yang menjalankan. Nikmati selagi bisa mengerjakannya.

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

4 thoughts on “I’tikaf

  1. sekedar berbagi info, kalau perempuan boleh kok itikaf di rumah (dianjurkan) tinggal cari tempat dimana kita biasa ibadah lalu lakukan itikaf disitu seperti pada umumnya. yg wajib di mesjid cuma laki2..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s