Jungle Land, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Post ini panjang, bila tidak berkenan, skip saja.

Selasa, 3 Mei 2016 sekolah Teona mengadakan acara akhir tahun ajaran 2015 ke Jungle Land di Sentul. Jam 7.15 am ngumpul di sekolah. Bawaan saya standarlah ya, tiap acara pergi dari sekolah pasti pake ransel, biar bisa gerak bebas, ngejar si anak bocah. Jungle land ternyata LUAS banget, siap2 jalan kaki, bawa stroller atau gendong anak. Karena anak2 dijamin bakal kecapekan jalan. Wajib dibawa: topi dan air minum. Baru datang kami disambut pegawai Jungle land, mbak2 berjilbab dengan ID card jungle land dengan tanpa senyum ataupun basa-basi. Bad first impression. Sedikit berbagi pengalaman saya ke jungle land, Sentul:
1. Goa buatan yang di dalamnya berisi replika dinosaurus, bisa bergerak-gerak, walopun terbatas. Masuk goa turun tangga, di dalamnya temaram cahaya, keluar goa naik tangga. Hari itu ada 2 sekolah yang berkunjung, TK lain sudah terlebih dahulu masuk goa dinosaurus. Otomatis di dalam goa penuh, saya yakin orang pun malas berlama-lama di dalam goa. Yang saya heran, kenapa sekolah Teona disuruh antri di belakang TK lain untuk masuk ke goa itu juga? Apakah itu wahana wajib? Terus terang, saya gak minat. Begitu pihak jungle land bilang, orang tua/pendamping tidak boleh ikut masuk. Saya protes keras. Anak saya baru 3 tahun, mau dibiarkan masuk sendirian. Debat petugas, kan ada guru2 dan petugas yang berjaga. Mereka itu berbanding berapa banyak anak? Kenapa sekolah sebelumnya orang tua/pendamping boleh ikut masuk? Kalau tau di dalam penuh, untuk apa dipaksa masuk? Etc etc yang bikin saya naik pitam. Pegawai berjilbab dengan ID card jungle land tadi pun tidak berusaha menengahi, akhirnya petugas yang mengalah dan saya pun menang. Lain kali mohon logika dasarnya dipake Mbak/Mas.

2. Petugas di tiap2 wahana kaku dan tidak ada inisiatif. Mau naik wahana A harus nunggu minimal 4 orang baru bisa dijalankan. Mau naik wahana B ukur tinggi si anak, kalo masih di bawah aturan gak bisa main. Padahal mainannya begitu doang dan tentunya didampingi orang tua/pendamping. Jadilah banyak anak yg kecewa. Mau naik wahana C, petugas bilang: “gak beroperasi, bu. Sedang dalam perawatan.” Kenapa sih ribet banget??? Petugas: “kami hanya menjalankan SOP.” Seperti selayaknya tempat hiburan keluarga, kalo anak2 yang naik, petugas yang jaga wahana biasanya luwes menaikkan dan menurunkan si anak. Ini sih enggak, kalo gak saya teriakin ga bakal ditolongin. Cara memperlakukan anak2 beda loh. Ketika wahana dimulai dan ada anak yang ketakutan, petugas bilang gak bisa membantu ‘evakuasi’ dengan alasan mesin tidak bisa berhenti manual. Jadi si anak nangis teriak2 hingga permainan selesai, bagus gak pingsan! Saat berhenti pun, bukannya anak2 yang nangis duluan yang diturunin *tepokjidat. Haduh, kita bayar loh. Kok ribet banget gini ya 😦

3. Toilet becek dan bau. Udahlah petunjuk kurang jelas, jarak toilet jauh2. Becek dan bau pula. Payah.

4. Kalo mau naik golf car, bayar lagi! Di Ancol, di dalamnya ada kendaraan wara-wiri namanya, yang mengangkut pengunjung dengan gratis dari satu tempat ke tempat lainnya. Begitupun di TMII, Taman Buah Mekarsari, Taman Safari, dan lainnya. Tapi di jungle land, Anda harus bayar (lagi) agar bisa diangkut golf car. Maaf, biayanya berapa saya gak tanyain, udah ilfeel.

5. Semua wahana dicover biaya masuk kecuali simulasi pilot, bayar lagi. Sendiri Rp. 60.000,- dan yang berdua Rp. 115.000,-. Biaya tersebut termasuk baju seragam yang dipinjamkan dan simulasi mengendarai pesawat Boeing atau Airbus (salah satu) selama kurleb 20 menit. Petugas akan menawarkan untuk difoto, bisa ditebus bisa juga tidak. Bila ingin menebus foto dikenakan biaya Rp. 45.000,- ukuran standar dan Rp. 60.000,- *CMIIW ukuran lebih besar.

image

Walopun masuk wilayah sentul, Bogor tapi hawanya panas. Butuh lebih banyak pohon dan kipas angin. Banyak wahana yang belum selesai atau tidak beroperasi. Kesan saya mengunjungi jungle land? KAPOK! GAK MAU LAGI. Makan hati, ngomel2 untuk protes yang menurut saya gak penting banget mengharuskan masuk goa dinosaurus. Saat Teona main simulasi pilot, akhirnya mendapatkan petugas yang baik. Saya tanya, “jungle land masih kekurangan karyawan ya, mas?” Petugas itu pun menjawab dengan cengengesan. Oh satu lagi kritik saya, kostum pilotnya kan ukuran anak2, masa topi pilotnya ukuran dewasa -_- Mbok ya disesuaikan topinya dengan kostumnya.

image

image

image

Saya emak2 ribet yang kerjaannya complain? Salah! Pihak jungle land yang harusnya diperbaiki supaya kedepannya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Anda jual jasa loh, bukan cuma jual tiket, tenant, dan foto saja. Semoga pengalaman buruk saya dapat menjadi pelajaran dan menjadi perbaikan. Enjoy long weekend 🙂

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

3 thoughts on “Jungle Land, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s