Mantenan di keluarga saya (part 1)

Mantenan: rangkaian acara pernikahan adat Jawa Tengah (Jateng) *di keluarga saya, yang berdomisili di Jakarta. Keluarga yang di Jateng tentu ada saja perbedaannya.

Jadi, salah satu pakde saya tercinta, mengadakan hajatan anak bungsunya. Seperti biasa, sejak saya masih SD *setidaknya saat SD saya bisa turut jadi pengipas manten dan peran lainnya. Seluruh keluarga besar kedapatan peran dalam terlaksananya hajatan dalam keluarga Saya. Pada dasarnya kepanitiaan sudah ada ‘pakemnya’, siapa yang mantenan tinggal ‘tukar formasi’ saja. Untuk keluarga pakde Saya ini, sudah dua kali menggelar hajat. Ini hajatan terakhir dan tidak kalah akbar dibanding dua hajatan sebelumnya. Bila dua hajatan sebelumnya diselenggarakan di Hotel Mulia, Senayan. Hajatan terakhir ini diadakan di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jaksel.

Acara dimulai Jumat, 18 Maret 2016 di kediaman pakde-bude saya. Pas banget hari itu bapaknya Teona berangkat dinas ke Bali. Saya wanti2 banget, minggu jangan ambil flight yang mepet acara resepsi. Acara dimulai dengan pengajian, izin dan sungkeman, pasang bleketepe, tumplak punjen, jualan cendol, terakhir siraman. Foto2 berikut saya pinjam dari FB sodara saya. Saya-nya? Sibuk jaga Teona dan cicip2 makanan ;p

image

image

image

image

image

Acara siraman malah gak foto, Teona udah rewel ngantuk. Huhuhu. Selalu bikin terharu dan menyentuh moment2 kayak gini. Acara malamnya antar seserahan ke rumah calon mempelai pria saat midodareni. Esok sore akad nikah di gedung PTIK, Jaksel. Minggu malam resepsi. Long way to go. Semoga lancar2 dan acara sukses.

Bleketepe: rajutan bambu yang dipasang di depan rumah yang punya hajat, karena jalan dulu belum ada renda.

Tumplak punjen: hajatan terakhir dalam satu keluarga Jawa.

Midodareni: malam sebelum akad, di mana mempelai pria dan keluarga ke rumah mempelai wanita tapi tidak boleh bertemu. Calon mempelai pria hanya boleh disuguh air putih *tanda belum sah menjadi keluarga mempelai wanita. Menyerahkan seserahan dan hanya perempuan dari pihak keluarga calon mempelai pria yang boleh bertemu calon mempelai wanita.

Advertisements

Event minggu kedua Maret 2016

Sedikit mau update event2 yang berlangsung di weekend ini. Langsung aja ya:
1. Indonesia Fashion Week 10, 11, 12, 13 Maret 2016 di Jakarta Convention Center, Senayan. Temanya: Reflections Culture. Ada hijUp.com; RA jeans (Raffi Ahmad); Oki Setiana Dewi Bridal, dan lainnya. Cek Twitter: @IFW_Official

2. The 4th annual event Jakarta Kids Festival 11, 12, 13 Maret 2016 di kota kasablanka (kokas) Jakarta. Info lebih lanjut bisa ke http://www.jakartakidsfestival.co.id ; twitter: @JKTKidsFest ; IG: @jktkidsfest ; FB: Jakarta Kids Festival.

3. Pameran BCA-SQTF 11, 12, 13 Maret 2016 di Senayan City. Ada promo menarik dari AviaTour, dapatkan dengan datengin boothnya. Info cek Twitter: @AviatourTwit

4. Jakarta Career Day 10-11 Maret 2016 di Istora Senayan.

5. Fiqih tanpa aqidah, buku  tanpa langit @KenduriCinta 11 Maret 2016, pukul 20.00 WIB di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

6. Charity Night Pencegahan Narkoba. Jumat, 11 Maret 2016 pukul 16.00-selesai diselenggarakan di Batik Lounge, Kemang, Jakarta Selatan.

7. Up close & personal concert: David Foster 11-12 Maret di Motion Blue, Jakarta. Info lengkap: @motionbluejkt ; @officialdfoster.

Selamat berakhir pekan, yang mau mampir ke event2 yang saya sebutkan tadi. Enjoy! 😉

Milad Ummahaat Darrushifa di Taman Buah Mekarsari

Ummahaat darrushifa: nama kelompok pengajian (majelis taklim) di tempat tinggal Saya.

Sebulan sekali ada pengajian rutin yang diadakan oleh salah satu penghuni pent house di tempat tinggal Saya, bu haji ini rajin mengadakan dan mengundang untuk pengajian yang tidak hanya penghuni tempat tinggal kami tapi juga terbuka untuk penghuni sekitar. Saya sendiri baru sekitar setahun ini bergabung, sebelumnya masih sibuk dengan dunia laktasi *memberi ASI ke Teona dan tanpa sengaja menabung ASI untuk anak2 susu saya (menjadi ibu donor ASI untuk bagi perempuan muslim). Saya walopun kadang suka telat datang, maklum saya tentunya mengajak Teona ikut serta baik pengajian mingguan di mushola apartemen atau pengajian ummahaat darrushifa. Tapi tetap berusaha selalu hadir, karena malulah tinggal naik lift aja masa masih berat ikut pengajian. Sungguh keterlaluan.

Tak terasa sudah dua tahun usia ummahat darusshifa. Milad kedua ini, bu haji punya ide untuk wisata ke Taman Buah Mekarsari. Sebenarnya penghuni tempat tinggal saya yang aktif mengikuti pengajian tidak lebih dari 10 orang, dikarenakan ada yang mengikuti suami ke luar negri karena beberapa penghuni bekerja di kemlu, ada yang lagi repot hamil anak kedua sambil mengurus anak pertama, dan lainnya. Jadi mayoritas jamaah ibu ustadz dan penghuni apartemen dan kondominium sekitar. Biasanya bila bu haji sohibul baid (pengampu pengajian di pengajian) ada acara seperti ulang tahun, anniversary, atau haul. Maka acara pengajian akan mengundang anak yatim dari panti asuhan Pak ustadz yang selalu memberikan tausyiah setiap pengajian. Pak ustadz juga yang memberikan nama kelompok pengajian kami: “ummahaat darrushifa”.

Milad kedua ini diadakan di taman buah mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Tentu berbeda dengan acara pengajian biasanya setelah magrib yg diisi dengan: pengajian yang dipimpin bu ustadz, tausyiah Pak ustadz, dan ramah-tamah yang disediakan sohibul baid. Acara milad ini, jam 8 pagi sudah berkumpul di lobby. Jam 8.30 perjalanan dimulai dari Jakpus menuju Cileungsi, salah seorang ajudan bu Haji menyetel film “air mata surga” yang membuat ibu2 termehek-mehek selama acara 😀
Sampai taman buah mekarsari, langsung lanjut naik mobil internal menuju tempat acara.

image

image

image

Acara dimulai pukul 10.00 dimulai dengan tausyiah dari Pak Ustadz. Dilanjutkan dengan poco2 dan mau mere *CMIIW *karena salah satu jamaah bu Ustadz ada yang guru senam. Lanjut cerdas cermat,  makan siang, dan sholat Zuhur. Lepas Zuhur acara dilanjutkan dengan lomba2 yang sudah dipersiapkan oleh pihak taman buah mekarsari berupa: lomba berkelompok (6 orang dalam satu tempat yang ditentukan tidak boleh menginjak rumput), lomba makan semangka dan lomba kelereng. Di tengah acara, bu Haji kedatangan sahabatnya, bu Musdalifah yang adalah mantan istri seorang artis dangdut pria alias Nassar.

image

image

image

image

image

image

Setelah pembagian hadiah dari pihak taman buah mekarsari, lanjut tukar kado, dan acara terakhir menanam pohon. Ketika jalan pulang, jam 14.30 kami naik mobil internal lagi dan bertemu rombongan bule yang pada jalan kaki, fotoin satu2 kebun2 buah. Rajin yaa, salut! Jam 15.00 kami pulang diiringi tontonan film “Surga yang tak dirindukan”. Oh my! Saya jujur aja belum nonton dan cukup khusyuk nonton semana perjalanan pergi-pulang ;p
Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan seru *namanya juga acara ibu2 yaa. Semoga pengajian majelis taklim ummahaat darrushifa selalu dan semakin rajin gak putus dalam ibadah dan silaturahminya. Amin.

Handuk

Post ini murni pengalaman pribadi, bukan post berbayar.

Setelah kemarin sharing tentang bibir, kali ini soal handuk. Eh kenapa gitu? Karena saya adalah orang yang rewel soal handuk! Hehehe. Resek deh gue, emang! Kalo saya sih gak perlu handuk mahal, yang penting lebar dan nyaman bahannya. Ternyata saya dan suami ada kesamaan bahkan sedikit lebih ribet suami. Dia jauh lebih membutuhkan bahan handuk yang tebal dan nyaman.

Sebelumnya Kami pake handuk yang tersedia di mall-mall kesayangan Anda. Gak kenal merk. Sampe suatu hari adik saya rawat inap di RS dan kebagian jadwal nungguin. Buat yang nunggu, RS kasih semacam souvenir yang bisa dibawa pulang. Karena using a kurang lebih perlengkapan mandi gitu deh. Termasuk handuknya, berkenalanlah Saya dengan handuk yang disediakan RS ini.

image

Setelahnya Saya langsung jatuh hati dan tiap beli handuk pasti ini karena terbukti kualitas dan kenyamanannya. Mungkin sebenernya ada kali ya merk lain yang setara dengan merk ini. Abis dipikir handuk doang ini, ternyata penting ya.

image

Teman bibir

Saya paling gak pernah bahas atau review kosmetik apapun. Soalnya emang dandan kalo keluar aja, itupun dandan simpel ala Saya cuma bedak tabur, lipstik, dan pencil alis. Cuma belakangan ada teman baru buat si bibir yang ternyata pas di hati. Dua-duanya hasil rekomendasi adik Saya, lumayan bagus selera berdandan dia. Kami setipelah soal dandan.

image

Teman2 perlengkapan bibir saya di atas menurut saya sih cukup2 aja. Apalagi punya dua pallet, seru sendiri padu padan warna. Kebetulan saya gak tipe yang brand-minded dalam hal apapun. Kosmetik, tas, baju, sepatu, dan barang lain yang penting buat Saya: nyaman dan memenuhi kebutuhan Saya. Intinya dari dulu bukan cewek ‘kelas berat’ ;p

Langsung aja Saya kenalin teman baru untuk bibir Saya edisi matte gitu deh:
1. Revlon colorburst 240

image

Bentuknya semacam pensil bibir versi besar, jadi mudah diaplikasikan, kadang gak butuh pensil bibir udah bisa rapi aja. Simple, ada rasa mint yang bikin sejuk di bibir, moisturizer nya gak bikin bibir kering (ini penting banget).

2. Purbasari no.90

image

Lipstiknya ringan, sesuai judulnya matte, nempel di bibir tanpa berkesan pake lipstik. Beda sama Revlon tadi. Saya sukanya, warna lipstick menyatu sama warna bedak *saya berkulit sawo matang

3. Labrosan lip balm

image

Saya sempet sedih pas keabisan lip balm ini. Ceritanya Saya kenal labrosan saat umroh pertama, pake lip balm nya b*dyshop gak mempan di Makkah. Jalan ke supermaket bin dawood, nemu ini, coba beli, dan cocok sampe sekarang. Udah beberapa kali beli, belum lama ini yang lama habis. Alhamdulillah ibu saya kemarin kasih, lip balm super di segala kondisi kalo Saya bilang. Sayangnya, saya belum nemu ini yang jual di Jakarta.

Gak expert banget ya, makanya Saya cuma berbagi cerita aja. Secara emang gak jago dandan, jadi peralatan ‘perang’ sehari-harinya standar deh 😀

Review buku: “me and my bolly hobby”

Buku “me and my bolly hobby” ditulis oleh sahabat saya, Isabella Fawzi yang biasa dipanggil Bella. Kami dulu berkenalan saat sama2 photoshoot di salah satu majalah. Di post lalu, catch up with chic star 2010, saat ketemuan saya minta Bella untuk membawa buku karyanya. Beruntung, Saya gak cuma dapet bukunya aja, tapi juga dapet foto eksklusif dan tanda tangannya. Yeayy!

image

image

Sedikit review tentang bukunya Bella, adalah tentang passion Bella terhadap bollywood. Budaya, film, tarian, bahasa, kuliner, pokoknya all about India. Bella menceritakan dengan detil tentang usahanya mendalami kebudayaan India yang niat banget dan tanpa pelit kasitau informasi kemana kalo kalian punya ketertarikan di bollywood. Alur ceritanya asyik dan seru. Lewat buku me and my bolly hobby, serasa lagi dengerin Bella cerita langsung di depan kita. Karena Bella tuh ya kayak gitu kalo lagi cerita, seru dan lucu.

Buat yang ngefans sama all about bollywood, bisa beli buku ini di toko buku Gramedia kesayangan Anda atau beli langsung ke Bella via Instagram @isabellafawzi juga bisa. Infonya lengkap dan menarik buat dibaca.