Selamat tinggal GTM

image

Pasca lepas ASI dengan cara sapih alami: anaknya gak mau nyusu dengan sendirinya. Mungkin produksi ASI saya semakin sedikit sementara kebutuhan nyusu Teona makin banyak jadi lebih enak nyedot susu UHT ultra milk plain (kotak biru). Saya dan Teona sama2 gak ada drama sih, walopun gak menyusui lagi tapi kami tetep dekat *yaiyalah, sejak lahir gak ada seharipun Saya ninggal dia. Tapi cobaan lain pun datang, masa MPASI yang mana Teona pemakan segala tanpa terkecuali berubah menjadi gerakan tutup mulut (GTM alias mogok makan). Drama pun dimulai. Saya menyuapi dengan baik2 makanan apapun jenisnya hingga saya paksa. Kenapa saya melakukan pemaksaan? Ketika Teona gak mau makan apapun kecuali susu UHT. Daya tahan tubuhnya menurun, cepat tertular batuk pilek. Kalo orang lain bilang: “lagi masanya kok, biar aja.” Atau teman Saya bisa dengan santai bilang, “abis gue udah lakuin semua cara tapi gak pengaruh, ya adalah.” Duh, saya gak bisa cuek begitu 😦 Orang tua dan beberapa sahabat yang lebih berpengalaman menasehati agar saya gak memaksa makan. Tapi cari solusi untuk mengatasi masalah ini. Percayalah, solusi untuk masalah ini bukan berasal dari orang lain atau buku. Karena kondisi orang tidak akan pernah sama, sulit dan mudahnya tergantung kita. Tapi dari diri kita sendiri, di mana kita memperhatikan, berpikir, dan mencoba. Butuh proses sampai akhirnya kita menemukan solusi yang terbaik versi kita.

Teona GTM kurang lebih setahun, persisnya tahun 2015 saya dan Teona melewati ini semua. Setelah hanya mau susu UHT saja, kemudian Saya tawarkan biskuit regal dan roma dari gandum tanpa selai. Alhamdulillah diterima sama si ndoro putri. Lanjut menawarkan roti tawar dengan selai ovomaltine dan roti sobek coklat. Lalu kentang goreng dan nugget. Approved! Berlanjut spaghetti dan fettuccini. Teona said: yummyyy. Saatnya kembali ke nasi, saya coba sup iga dan soto ayam. Frekuensi makan berat, dari yang tidak mau dan hanya diisi cemilan seperti kentang goreng, nugget, roti *tentunya itu hanya cemilan untuk orang Indonesia pada umumnya. Kemudian makan berat sekali sehari, tepatnya bangun tidur siang. Berkembang menjadi 2x sehari makan berat, tepatnya sejak mulai sekolah. Hingga akhirnya sekarang sudah kembali ke menu ‘seminar’: makan pagi, siang, malam plus 2x snack time. Walopun pada prakteknya cemilan suka2 dia.

Saat ini pun bukan yang selalu gampang makan, tapi jauuhhh lebih mending dibanding tahun lalu. Begitu juga dengan buah, agak susah dia. Paling puding yang lancar. Tidak lupa didukung pula dengan vitamin dan madu. Kembali lagi concern Saya adalah daya tahan tubuh dia di luar vaksinasi rutin. Siapa bilang mengasuh anak mudah? Tentu mudah kalau pengasuhan anak dipercayakan pada orang lain. Hal itu gak berlaku buat Saya. Apapun itu bismillah saya ucapkan, selamat tinggal GTM. Jangan datang lagi ya 😉

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

9 thoughts on “Selamat tinggal GTM

  1. Wahhh Fran ini sama banget kaya Bazyl, dia mulai GTM kisaran umur 1.5th kurang deh lamaaaaa banget ampe sutriss gue mau dikasih apalagi semua ditolak kecuali susu dan biskuit. Lama2 mulai gak GTM tapi jadi picky eater ampe sekarang. Duhhh klo aku lagi gak sabaran mau ngamuk mulu bawaanya klo makan yg dia gak suka lambretaaaaaa. Tapi klo nakanan yangvdia suka hap hap banget ngabisinya. Semoga Teona makanya makin pintar dan gak GTM lagi yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s