Resah

Post ini adalah kelanjutan dari post Prihatin (Saya post 5 Feb 2016). Kenapa sih? Emangnya kaum itu ganggu hidup lo? Jawabannya: saya tau kaum itu sudah ada sejak masa Nabi Luth. Bahkan sudah dibinasakan pun, tetap ada lagi dan lagi. Memang PENYAKIT. Iblis Kan memang memegang teguh janjinya untuk selalu menggoda umatnya sampai akhir zaman. Sebelum sekarang rame di TV dan socmed, kaum itu masih dan tetap ada tapi tidak meminta pengakuan dari masyarakat bahkan Undang-undang. Terang-terangan muncul, eksis, dan minta pengakuan dengan dalih hak azasi. Suatu hal yang tidak tau MALU. Intinya, kalo Negara lain mengakui bahkan melegalkan kaum itu silakan tapi di Indonesia tidak akan. Karena 5 agama yang diakui tidak mengakui adanya kaum itu.

image

Saya yang awalnya prihatin menjadi resah. Karena kok ya makin menjadi-jadi, tak malu muncul di acara talkshow lalu KALAH pula di adu pendapat. Kalo mas Mark RAJIN mem-baned postingan yang menentang kaum itu di socmed buatannya *pengalaman pribadi saat Saya share status teman yang Saya sependapat tentang kaum itu, lalu hilang karena dihapus mas Mark. Cukup tau aja, mas *sewotnihgue

Ketika sedang tadarus (mengaji Al. Qur’an) Saya sampai pada Surat Hud yang isinya pas sekali dengan KEGUNDAHAN HATI Saya.

image

image

Persis dengan kondisi dan tuntutan kaum itu pada masa sekarang kan. Cerita akhirnya yang kita gak tau, semoga berakhir binasa. Jahat banget sih doa lo, Fran?! Heiii, kaum itu lebih JAHAT. Awalnya gaya hidup dan berakhir dengan penyakit kelamin dan musnahnya peradaban manusia. Hari gini aja pasangan suami istri banyak yang susah ataupun gak mau punya anak, hak merekalah. Apalagi kaum itu eksis! Selesai deh dunia.

Salah satu organisasi dunia pun mengakui kaum itu dengan alasan yang Saya cerna kurang lebih seperti ini: menurut mereka populasi penduduk dunia udah banyak jadi untuk menguranginya dengan mendukung kaum itu biar gak ada yg hamil. CMIIW. Padahal Tuhan sudah menjamin rezeki umatnya masing2. Makin bikin sedih hati kan. Semoga aja gak makin merajalela kaum itu di muka bumi dengan mulut manis, logika, dan segala pembelaannya. 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

8 thoughts on “Resah

  1. Yang bahaya adalah kalau ada orang homo yang suka sama ya. Bisa berabe urusan. Saya masih suka sama perempuan ha ha ha….

    Jadi ya nolak lgbt. Katanya orang yang homo klau suka sama cowok tindakannya udah diluar nalar. Takut sih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s