Parkir dan perilaku pengemudi

image

Entah ya ini cuma terjadi di Jakarta atau kota lain juga. Tapi hasil diskusi saya dan bapaknya Teona bikin kita gak habis pikir. Jadi parkiran resmi atau gak resmi tentu amat berkaitan dengan pengendaranya. Kali ini soal parkir mobil yang kacau di Jakarta. Saya punya dua contoh yang ditemui sehari-hari:
1. Parkir tapi keluar garis, berarti parkir resmi kan ya. Jadi menyisakan tempat yang sempit untuk mobil sebelah. Udah tau begitu pun masih juga kena salah. Seperti tipe orang jaman sekarang, yang salah siapa malah galakan dia.

2. Parkiran sempit kanan kiri. Biasanya ini terjadi di parkiran tak resmi, cuma ada tukang parkir aja. Udahlah susah cari parkir, sekalinya dapet parkir eh kecil banget jadi penumpang mesti turun dulu baru mobil masuk. Hendaknya pengendara satu sama lain bisa berbesar hati untuk mengeluarkan mobil dulu baru penumpang masuk. Inget, kadang susah loh mewujudkan ideal life di jaman sekarang. Dibanding berburuk sangka kalau pengemudi sebelah sengaja bikin parkir jadi sempit dan malah memberi baretan entah pakai kunci atau paku. Itu kalo paku barerannya dalam loh. Bahkan ada juga yang segitu berburuk sangka sama pengendara mobil sebelah karena kesal parkiran sempit sampe dikempesin dong ban mobilnya. Subhanallah.

3. Sahabat saya baru aja cerita, dia ke RS di daerah Jakarta Pusat, terpaksa parkir di jalan karena parkiran RS kecil dan lagi penuh. Keluar2 dari RS mobil udah gak ada, selidik punya selidik ternyata diderek sama petugas. Buat ambil mobilnya lagi mesti bayar denda sebesar 500.000. Lumayan ya bok, hiks.

Mungkin memang masih buanyak pengendara yang gak behaved. Pastilah ya, cuma apa mengagungkan emosi di jalan itu solusi yang baik. Gak cuma parkir, kalo ada kejadian tabrakan yang berlanjut perang mulut debat kusir juga bikin males. Saya pribadi kalo mengalami hal2 yang bikin gak enak di jalan mending gak mikir atau masukin hati. Sia2 aja.  Apa iya dengan membuat baretan di mobil orang atau kempesin ban mobil orang. Orang itu akan mengerti? Ekspresi kekesalan gak gitu2 amat juga kali. Intinya sih karena Indonesia belum termasuk Negara maju mbok ya sama2 saling ngertiin. Dan satu lagi sih yang penting, karma does exist 🙂

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

7 thoughts on “Parkir dan perilaku pengemudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s