Bepergian dengan balita

Note: post ini khusus buat ibu2 mandiri, alias mengasuh anak tanpa bantuan pengasuh (babysitter, pembantu, nenek, atau anggota keluarga lainnya)

image

Pernah melihat salah seorang anak pejabat di negeri ini yang mau vaksinasi anaknya aja bawa beberapa pengasuh dan ajudan. Jadi tangannya bersih dari mencet lift, dorong stroller, dan aktivitas lainnya. Karena balakurawanya banyak. Bagai bumi dan langit sama saya *pastinya. Walopun pepatah bilang jangan mendongak ke atas tapi selalu lihat ke bawah. Entah kenapa saat nemuin hal kayak gitu terbersit rasa “enak banget ya jadi dia”. Manusiawi ya kaannn?!

Back to reality, saya mau berbagi ke ibu2 yang macam saya, hal2 yang mesti diperhatikan saat bepergian sama balita kemana pun dalam rangka apapun. Kalo bayi lebih rempong ya kan perkakas lenongnya. Ini udah rada gedean dikitlah. Here we go:
1. Pakai alas kaki yang gak ribet. Misal: flat shoes, sneakers, hingga sandal jepit. Senyaman Anda pokonya.

2. Tas. Karena udah gak memungkinkan pake tas bayi. Saya memilih tas ransel. Isinya standar ya, susu UHT, pospak, baju ganti, sabun (just in case p*p di jalan), tisue basah, tisue kering, terakhir baru deh hp+dompet emaknya. Beauty kit, apa itu? Saya hampir gak selalu bawa.

3. Kalo perginya pakai acara menginap. Kalo saya sih selain baju bawa: dudukan toilet frozen nya si Teona, handuk kecil, selimut kecil.

4. Alas kaki si anak. Saya perhatikan, ibu2 terutama yang punya anak cewek, heboh sama sepatu girly macam: heels, wedges, boot, etc. Saya gak pernah beli yang kayak gitu. Sejak mulai jalan, Teona pake cr*cs sampe sekarang, selain beberapa cr*cs yang emang selalu dipake, sepatu sekolah, sepatu pesta, dan selop pesta. Kenyamanan anak gak kalah penting kan ya.

5. Cemilan. Karena udah lewat masa MPASI, maka buat bocah yang suka ngemil kayak Teona, cemilan itu penting. Biasanya Teona saya bawain: vegetables crackers, roma sari gandum yang tanpa selai, oishi coklat, oreo, dan kacang. Itu beberapa cemilan favorite yang suka dia minta ke saya.

Itu aja yang selalu saya ingat tiap kali bepergian. Kalo tantrum, rewel ngantuk, dan tingkah lainnya. Kembali ke orang tua masing2, bisa puanjang lebar tuh tips dan bahasannya. Hehehe. Selamat beraktivitas kembali per hari ini 🙂

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

8 thoughts on “Bepergian dengan balita

  1. Malah sering liat2 dimol itu baby sit yg gendong anak mamanya yg bawa belanjaan…
    Ya iya sih secara tugas babysitt jagain anak tapi…… kok yaaa gmn gt malah bawa belanjaan drpd anaknya sndri. Oya saya juga emak2 yg kmn2 rempong dengan 2 krucil. Klo anak2 yg terpentig baju gantinya ya mbk 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s