SAMPAH

Kenapa ya, masalah sampah gak pernah terselesaikan hingga tuntas. Sejak kecil di komplek saya, dikenakan iuran sampah secara kolektif walopun ada jugalah ya orang yang ga mau bayar tapi sampahnya tetep diangkat juga sama petugas sampah *sigh. Trus berlanjut sekarang saya tinggal terpisah dari orang tua. Iuran sampah sudah masuk dalam maintenance fee. Untuk urusan buang sampah sembarangan, Alhamdulillah saya terdidik dari orang tua, menyediakan tempat sampah kecil di mobil. Walopun bukan mobil mewah yang penting kita gak buang sampah sembarangan dong.

Yang saya suka ga habis pikir, kawasan pemukiman padat penduduk. Rumahnya aja dempet2an, gimana mau bikin tempat sampah permanen di tiap rumah. Lahan untuk buang sampah aja ga tersedia. Ujung2nya buang sampah ke kali, seperti yang sering kita lihat kalo di Jakarta, di dekat kali pasti ada pemukiman padat penduduk. Pemprov atau dinas kebersihan ngeruk sampah di kali eh orang tetep kekeuh buang sampah di kali, ya ga akan ada habisnya kan ๐Ÿ˜ฆ

Di rumah bapaknya Teona, walopun di komplek tapi sampah dibuang masing2 di satu lahan yang nantinya diangkut truk sampah. Sementara mertua dan kakak ipar saya yang memang satu rumah itu dibangun dari beberapa kavling. Jadi mereka mengolah sampah sendiri di halaman belakang. Persis kayak di buku2 pelajaran IPS jaman SD dulu. Hehehe.

Sampah itu masalah sepele tapi gak cuma di ibukota, di daerah juga disepelekan yang bikin makin kotor menjurus kumuh. Kebetulan sekolah Teona memiliki bank sampah, jadi botol2 bekas a*ua dan lainnya bisa disalurkan ke bank sampah. Sekarang udah banyak kan penggerak bank sampah. Tapi jangan lupakan sampah rumah tangga lainnya juga. Segitu susahnya ya mengatasi masalah sampah? Apa kabar ya piala kalpataru? Masih ada ga ya? Desa atau daerah mana ya yang memenangkan?

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

12 thoughts on “SAMPAH

  1. Membuang sampah secara kolektif aja susah aja. Apa kabar kalo diberlakukan pemisahan jenis sampah. Makin malas aja kali ya, nambah2 kerjaan haha. Di Belanda (pasti juga banyak berlaku dibeberapa negara maju lainnya) sampah sudah dipisah berdasarkan jenisnya. Bukan hanya sampah basah dan kering saja. Tapi banyak banget macamnya. Truk sampah juga berbeda2 jadwal angkutnya. Sesuai dengan jenis sampah yang akan diangkut. Nah aku yang belum sempat cari tahu, di Belanda ini bagaimana cara pengolahan sampah soalnya aku ga pernah lihat semacam TPS gitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s