Cucu di bawah pengasuhan kakek-nenek

Dari hasil pengamatan dan survey kecil2an pada neighbourhood dan schoolhood Teona. Mungkin belum bisa menjadi tolak ukur post ini menjadi valid. Tapi saya yakin banget persoalan ini adalah hal-hal yang biasa terjadi dalam hidup kita. Suka atau tidak suka, terpaksa atau tidak, ideal atau tidak. Tentu kembali ke situasi dan kondisi masing2. Karena pada dasarnya di lubuk hati terdalam orang tua pasti pengen kasih yang terbaik untuk anaknya namun wujudnya berbeda-beda.

Banyak orang tua yang keduanya sama2 bekerja sehingga mengharuskan seorang anak (cucu) diurus kakek-nenek atau diurus ART / babysitter tapi di bawah supervisi kakek-nenek. Bagaimanapun juga, walaupun tidak ada aturan atau Undang-Undang tertulis. Orang tua seyogyanya tahu rambu2 atau batasan kakek-nenek ke cucu. Karena sudah tentu rasa sayang mereka jauh lebih ekspresif dibanding kasih sayang orang tua. Orang tua kadang menekan emosi dengan tidak selalu menuruti apa yang diinginkan anak. Tapi kakek-nenek cenderung mudah meluluskan keinginan cucu. Itu sudah hukum alam. Bahkan saya pribadi pun mengalaminya saat masih kecil.

Fenomena orang tua VS kakek-nenek akan menjadi sulit ketika kakek-nenek dilibatkan dalam pengasuhan cucu sehari-hari. Berikut poin2 yang lumrah terjadi, tentu saja versi saya:
1. Kakek-nenek masih sehat tapi tetap orang tua mesti TAHU DIRI! Hello! Kakek-nenek pernah mengurus anak (orang tua si cucu) hampir selama setengah usianya. Semua orang tahu mengurus anak bayi/bocah tidak mudah. Hendaknya TAHU DIRI-lah. Udah nitip tetep dong kasih ART/babysitter. Masa iya si nenek mesti nyuapin ngejar2 cucu atau nyebokin cucu. Walopun beliau dengan senang hati, tapi energinya kan makin terbatas.
2. Menghargai kakek-nenek yang menjaga cucu tapi tidak memasrahkan sepenuhnya pendidikan si cucu. Orang tua walopun sibuk bekerja, seharusnya tetap menjadi pendidik dan pembentuk karakter pertama si anak. Akan menjadi beban terselubung kalo udah nitip, udah bagus diawasin, masih suruh ngajarin lagi.
3. Tidak mengandalkan kakek-nenek. Karena gimana pun mereka semakin tua dan memang saatnya menikmati hidup dengan ringan dan bahagia. Jadi dititip cucu jangan sampe bikin mereka jadi repot. Supervisi bukan turun tangan, kasarnya mandorin si pengasuh cucu.
4. Kakek-nenek yang mapan. Tentu saja kakek-nenek jauh lebih mapan dari orang tua. Beliau bekerja jauh lebih lama dibanding orang tua. Karena itu kan makanya kedua orang tua si cucu sama2 bekerja. Walopun konon katanya, ibu bekerja bukan melulu karena membantu suami melainkan karena aktualisasi diri, sayang udah sekolah sampe PhD, daripada bosen di rumah ngurus anak, dan berbagai macam alasan lainnnya. Tentu tidak sulit untuk kakek-nenek turut menggelontorkan materi apalagi untuk cucu tercinta gitu loh.
5. Orang tua tetap memantau dan mengevaluasi anak. Sesibuk apapun orang tua bekerja, tidak bisa lepas tangan dengan dalih anak sudah dijaga ART/babysitter di bawah pengawasan kakek-nenek. Karena itu kewajiban dasar orang tua untuk turun tangan langsung ke anaknya.

Poin utamanya memang orang tua tetap TAHU DIRI. Karena kebanyakan yang saya liat, memasrahkan cucu tanpa memperhitungkan kakek-nenek mau bersenang-senang menikmati hidup, terkadang kesehatan menurun karena faktor usia, dan lainnya. Kasarnya, mereka udah lewat masanya ngurus elo sejak bayi sampe sekarang, masa iya masih mau lo budakin urus si cucu. Kapan mereka nikmatin hidup? Urus cucu juga mereka yang mau, bersedia, dan dengan senang hati. Monggo aja. Tapi tetep TAHU DIRI dong.

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

12 thoughts on “Cucu di bawah pengasuhan kakek-nenek

  1. Nomer 1 nih yang banyak terjadi pada masyarakat Indonesia ya. Menitipkan anak ke kakek neneknya tanpa ART. Miris lihatnya, kasihan sudah sepuh masih saja ngurusin anak kecil.
    Orang tua meskipun bekerja lebih lama dan lebih dulu tidak selalu lebih mapan lho Fran. Ada yang tetap harus bekerja sampai usia senja buat bantu2 kehidupan perekonomian anaknya juga. Ini juga bikin miris sebenarnya.

  2. Dari pertama ibuku punya cucu pertama dia udah bilang pada kami anak anak nya, jangan sampe membebankan cucu pada nenek atau kakek, kata ibuku mungkin nenek atau kakek ridho tapi Tuhan belum tentu ridho, melihat seorang anak masih membebankan sesuatu yg menjadi kewajiban si anak mengurus anaknya kepada orang tuanya (nenek/kakek). Makanya ibuku selalu bilang gak mau nyebokin cucunya, walaupun kenyataan nya pernah terjadi juga hehehe ganti in popok cinta cahaya

  3. Jadi ingat saya pernah mengingatkan adik soal ini. Saya bilang ke dia: “anak itu anakmu atau anak neneknya?” Trus pas istrinya hamil lagi, saya tanya lagi ke dia: “anak nomer dua ini mau diurus nenek yg mana lagi..?”
    Saya kakak yg jutek bin pedas ya..😝

      1. Kabarku baik, tks.. Apa kabarmu? Alhamdulillah udah lahiran minggu lalu, cuma belum sempet pengumuman resmi di medsos.. Ini blogwalking karena lagi ada waktu aja dan kebetulan postingan kamu yg ini pas sama kondisiku yg baru punya anak..πŸ˜‰

  4. Mbaaaa,,aku sengaja nyari2 tulisan ttg beginian biar aku share di fb.. Ini yg aku alamin,mbaa.. Kk ku anak udah 3, paling besar belum 6 tahun dan lagi hamil anak ke 4, orangtuanya kerja.. Papaku tiap pagi anter mama ke rumah kk ku, buat jagain anak2nya skalian anter si kk sama yg nomor 2 ke sekolah, siangan jemput dr sekolah lagi. Sementara mamaku jagain yg nomor 3. Ada sih art, tapi kan ttp ajaaa..
    Ko ya bisa2nyaa perlakuin orangtua kaya gitu. Ntr giliran mamaku capek, aku juga yg ngurusin, ga ngeluh sih mbaa, tapu aku kasian sama mamaku. Masa iya harus berantem mulu sama kk gara2 beginian.. Masa iya segitu ga tau dirinya merekaa… *hikkss,jd curhat..

    1. Kakakmu & suaminya kerja. Itu poin pentingnya, sama2 berpenghasilan. Gajilah 2-3 pembantu dan ibumu yg supervisi. Bukan si nenek yg sibuk turun tangan langsung mengurus (nyuapin, cebokin, dll) Kondisi seperti itu ART cuma 1 apalagi ART PP. Namanya ngebudakin orang tua. Memang kakak&suaminya yang memberikan uang bulanan untuk rumah tangga kakek-nenek. Saran saya, setelah anak ke4, tubektomi. Mau brp banyak lagi punya anak, kasihan nenek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s