Sahabat

Saya punya banyak sahabat. Seperti biasa alasan klise, karena kesibukan, jarak rumah yg lumayan jauh, dan alasan lainnya jadi jarang atau susah ketemu. Tapi kadang kalo saya butuh second opinion dari orang lain, saya pilih2 banget mau cerita ke siapa. Nah, saya seriiinggg banget cerita ke satu orang sahabat saya. Pertimbangan saya:
1. Dia lebih tua dari saya jadi saya merasa cerita ke kakak perempuan saya, yg mana saya gak punya kakak perempuan.

2. Dia lebih pintar dari saya. Gak cuma akademik tapi juga jago masak, jago baking, pokonya lebih lah dari saya.

3. Dia jauhh lebih lama berumah tangga dibanding saya. Persoalan rumah tangga kan kuncinya sabar ya. Itu yg saya mesti sering diingetin.

Paling enggak ketiga faktor itu mewakili yg saya anggap cukup bijaksana untuk saya pertimbangkan masukannya. Rumah kami juga gak dekat, kamipun berbeda keyakinan, permasalahan kami juga jelas berbeda. Tapi entah kenapa satu sama lain merasa nyaman untuk cerita. Walopun gak adil, dia selalu kasih masukan yg membangun untuk saya. Tapi kalo dia cerita, saya suka gak bisa kasih masukan yg bermanfaat *payah banget. Maklum saya aja masih labil, tempramen, dan mbok-mbok’an. Gimanalah mau kasih masukan apalagi ke orang yg lebih  dari saya.

Saya beruntung dan bersyukur punya sahabat baik. Karena saya bukan tipe yg.bisa memendam sendiri kalo ada masalah.

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

3 thoughts on “Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s