Selera

Selera tiap orang pasti beda, berbeda juga tingkatannya. Selera apapun ya, selera makan, selera musik, selera fashion, selera humor, dan lainnya. Pernah gak ketemu sama orang yang maksain selera dia?? Seumur hidup saya, sekali! Annoying. Bos saya dulu di salah satu bank BUMN. Jadi cabang saya ini baru, dia tadinya di salah satu kota di Sumatra trus ditarik ke Jakarta di cabang saya.

Trus, dengan riang gembira dia bikin raker di Bukittinggi seminggu sebelum saya nikah. Raker di mana adalah elo rapat plus jalan2. Rencana si bos adalah wisata kuliner. Kami nginap di hotel hits dekat jam gadang. Hari pertama kami makan di resto kecil yg langsung sesak dengan orang2 kantor saya, sampe empet2an duduknya. Menunya standar rasanya? Ga enak! Bos saya: ” gimana, enak kan?” Saya yg malas bohong hanya senyum saja. Begitu pun teman2 yg lain. Malam kedua beberapa orang merekomendasikan resto lain. Tapi si bos tetap mau kesitu (lagi!). Tersiksa banget rasanya.

Memang gak semua resto yg dipilih gak enak tapi lebih ke ga enak atau ya standar aja. Apakah standar selera makan saya dan teman2 tinggi? Tidak juga. Hanya kami berat ketika dipaksa untuk bilang enak. Cukup sekali itu aja selera makan saya dipasung. Saya gak mau kejujuran saya ikut dipasung.

Amit2 jangan sampe keulang lagi. Kebebasan memiliki selera apapun itu terasa berharga ketika kebebasan itu hilang atau terbelenggu *jiyahh bahasa gue.

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

4 thoughts on “Selera

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s