Nyadran

Sebagai keturunan Jawa totok, saya cukup akrab dengan segala tradisi Jawa. Salah satunya: nyadran. Nyadran Menurut definisi saya, tradisi menjelang bulan Ramadhan di mana seseorang (seorang anak) mengunjungi orang tua (makam orang tua) untuk meminta maaf lahir batin sebelum menjalankan ibadah puasa.

Contoh: Ayah saya, bapaknya (kakek saya) sudah meninggal sementara ibunya (nenek saya) masih ada. Jadi Ayah saya pulang ke Jawa untuk nyadran. Nilai moral dari tradisi ini adalah tidak melupakan keluarga esp kedua orang tua.

Saya pribadi berusaha semaksimal yg saya bisa untuk tidak melupakan tradisi. Mencontoh dari orang tua saya yg open minded with well education tapi tidak melupakan tradisi. Sulit memang bila mengikuti ego atau gaya hidup masa kini. Itu godaannya. Tetep melestarikan tradisi bukan berarti ndeso kok, karena pasti ada nilai moral kebaikan di situ *bisa juga ternyata gue ga skeptis ;p

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

2 thoughts on “Nyadran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s