Bukan post tandingan

Beberapa hari yang lalu, gue liat beberapa temen share link blog orang tentang punya anak yang realita tidak sesuai ideal life versi iklan *dari yg gue tangkep sih gitu. Ada temen yg share karena ngerasa dia pun sama persis kondisinya dengan si empunya blog, ada temen lain yg lagi hamil jadi merasa amazing dan takut kalo nantinya ada di posisi yg sama. Gue pun orang tua baru yg tentunya masih butuh banyak belajar dan adaptasi sama sikon gue sendiri. In my humble opinion, I totally disagree with that link *tenang, gak akan gue share kok link nya.

Inti ceritanya urus bayi tanpa babysitter (BS) trus si Ibu bekerja. Yang dibahas antara lain soal belanja di mall Tapi stroller malah jadi sarana bawa belanjaan karena  si anak gak betah di stroller. Dijabarkanlah kondisi ideal dan kenyataan. Menurut gue, resiko belanja bawa anak ya begitu. Rempong dan butuh sekarung sabar. Daripada ngeluh, udah aja belanja sendiri. Tapi kan maksudnya biar anak juga ada hiburan. Ah! Itu alasan ibunya aja kok. Biar ibunya bahagia = ASI banyak. Whatever about your reason, dear mom.

Kemudian makan di resto biar anak anteng kasih gadget. Punten ya, Neng. Di mana2 juga yg ada makan gantian sama suami. Karena kalo mau kompak makan terimalah konsekuensi anak rewel atau brantakin makanan. Poin selanjutnya tantrum di public area. Hei! Itulah tujuan utama anak di bawah kendali orang tua, Jangan sampe kalah sama anak. Lalu makan bersama anak duduk anteng di high chair. Maafff banget, tapi saya tetap berpendapat makan gantian jauh lebih masuk akal. Akan ada saatnya anak bisa diajak makan bersama dengan tenang. Selanjutnya, anak ditinggal ibunya kerja dan si nenek memaksa urus cucunya. Tetap aja menurut saya akan jauuhhh lebih bijaksana tetap sediakan BS atau minimal pembantu khusus untuk anak jadi nenek hanya supervisi. Kebayang gak si nenek ngejar2 cucu buat nyuapin, harus nyebokin, dan lainnya. Duluuu, itu sudah dilakukan si nenek ke anak apa harus melakukan itu lagi ke cucu?!

Dan topik ini sampe 3 part loh dan saya malas baca part2 selanjutnya. Sebenernya mana ada sih hidup yg sempurna. Pasti adaaa aja kurangnya, tinggal gimana kita menyesuaikan diri dan belajar bersyukur aja. Karena ujian hidup pasti akan selalu ada. Punya anak udah pasti akan ada hal yang harus dikorbankan, apapun itu ya. Sekali lagi mohon maaf tapi post yang dijabarkan sampe 3 part itu terlalu hedon. Kembali ke pola asuh konvensional akan lebih bijaksana menyikapinya.

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

4 thoughts on “Bukan post tandingan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s