Romantisme masa lalu

Sebenernya saya emang orang yg skeptis dan gak ada romantis2nya. Masa lalu yg terlalu indah baik keluarga, teman, atau sekolah saya syukuri. Untuk masa lalu yg gak asik, semoga ga keulang lg di masa yg akan datang. Sering saya lihat, baik itu di keluarga, teman, atau lingkungan sekitar. Semua amat mengagungkan romantisme masa lalu hingga menjadi tidak realistis. Contoh umum: jaman dulu dengan uang 500.000 bisa untuk makan 3x sehari selama sebulan, sekarang mana bisa.

Satu hal yg orang sering lupa, kadang situasi dan kondisi di masa kini tidak lagi menungkinkan (faktor apapun itu) untuk bisa kembali ke masa lalu. Kita yg mesti menerima dan menyesuaikan dengan masa sekarang juga masa yg akan datang.

Jangan salah, gini2 saya juga ada sisi romantisme masa lalu lho. Makam mbah kakung dan mbah putri di Klaten. Seperti yg sering saya ungkapkan, saya teramat cinta dengan mereka. Hati saya terlalu hancur saat tahun 1994, saat saya kelas 4 SD ditinggal beliau utk selama-lamanya. Saya memiliki peran walopun sedikit dalam menjaga mbah putri yg saya anggap peninggalan paling berharga dari mbah kakung. Saya tidur dengan mbah putri di kamar saya, menjenguknya ketika dinas ke Bali dan beliau sedang ada di rumah tante saya, saya mengantar ketika beliau ingin pulang ke Jawa, dan seterusnya. Terlalu indah dan terlalu berharga hingga saat beliau meninggalkan saya juga. Saya selalu kangen ingin ke makam mereka untuk nyekar, tapi bila rindu terlalu dalam saya hanya bisa mengirim surat Al. Fatihah di tiap selesai sholat.

Hal-hal seperti itu contoh dari romantisme masa lalu. Tapi takdir sudah digariskan dan manusia wajib percaya dan ikhtiar menjalankan hidup ke depan. Hanya saja terlalu banyak orang yg terjebak dalam romantisme masa lalu hingga tidak bisa berpikir logis. Walopun saya cuek, skeptis, dan tidak romantis. Tapi kan ada hal-hal yg saya simpan di hati saya untuk selamanya 🙂

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

4 thoughts on “Romantisme masa lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s