Bekerja VS Gaya hidup

Buat saya bekerja itu menghasilkan dan menyimpan uang. Jadi belom pernah ada dalam sejarah hidup saya istilah “defisit” *amit2 ketok meja* Namun sepenglihatan saya, zaman sekarang bekerja menjadi sekedar gaya hidup untuk bersosialisasi. Tidak lagi making money, bohong kalo gak ngincer uang, emang volunteer apa?!

Contoh ada salah satu teman di kantor lama, mulai dari ODP tentu saja bergaji lumayan. Sebagai anak rantau, dia berasal dari keluarga tajir. Hitungan sok tau saya, ini hitungan kasar bgt ya. Kost 2 juta, soal tempat tinggal pasti butuh nyaman tp kan ini merantau. Bensin, makan 3x sehari, cemal-cemil, belum biaya nge gym, nge mall, arisan, perawatan diri, dugem, blenji. Setidaknya hal2 itu yg saya tau persis. Memang itu hak dia, cuma Kalo diliat dari penghasilan dia, jelas defisit. Mengingat gaya hidupnya “jakarta” banget. Jadi sisanya darimana? Jawaban teman saya: “… Uang jajan bulanan dari Bonyok (bokap-nyokap) gw.” *saya takjub* Sejak lulus kuliah dan bekerja, saya tidak lagi mendapat uang jajan bulanan.

Orang lainnya yg saya kenal dengan sangat baik, gaji bisa habis di tengah bulan, Bahkan tidak membudgetkan untuk biaya transport sehari-hari, pulsa, dan hal rutin lainnya. Begitu uang habis, minta ke orang tua untuk nombokin *pusing pala Barbie* Jadi salah di mana? Gaji yang pas2an atau gaya hidup yang unlimited?

Pada kenyataannya, kasus2 seperti yg saya ceritakan tadi sudah hal yg lumrah terjadi, at least in my circle life. Orang tua tidak lg menjadikan anak mandiri, dengan alasan tidak ingin anak hidup berkekurangan. Lalu di mana letak kesalahan?? *again sing: pusing pala barbie*

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

10 thoughts on “Bekerja VS Gaya hidup

  1. Aku juga sejak bisa cari uang udah gak dikasih uang bulanan atau uang jajan sama orang tua. Dulu waktu masih OJT gaji hanya 1,8jt per bulan, tapi puji Tuhan bisa bertahan di rantau tanpa pernah sekalipun ‘minta’ dari orang tua lagi.

    Mudah2an kita jg bisa jadi orang tua yang bisa ngajarin kemandirian ke anak-anak yaa…

    1. Mungkin balik lg ke diri individunya Kali ya, tau diri / mumpung. Tau diri jd ga enak bebanin org tua / mumpung masih ada yg mau biayai. Buat saya, fenomena yg menyedihkan. Thanks udah diizinin baca tentang duo R lg Ya, Mba πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

  2. saya terhitung sejak lulus kuliah gak dapet uang jajan lagi dari ortu, lulus kuliah langsung nikah,mau kerja boro2 bahasa sini aja belom lancar,hehe jadi sekarang utk sementara uang jajannya dari suami aja πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s