Acara pernikahan warga India keturunan

Tiba-tiba saya teringat pengalaman tahun 2012 saat mengandung Teona. Saya punya sahabat baik warga keturunan India, seorang dokter cantik, 3 tahun lebih dewasa dari saya. Suatu ketika dia mengundang saya ke acara pernikahan adiknya di sebuah kuil di Jakarta Utara. Kalo dalam Islam, ijab kabul. Kalo dalam Nasrani, pemberkatan.

Waktu saya bilang ke suami ternyata ini pengalaman pertama juga untuk dia. Begitu sampai kuil acara baru akan dimulai. Setelah isi buku tamu, saya dan suami dipersilakan copot alas kaki dan menaruh di rak yg disediakan. Kayak masuk Masjid ya. Masuk ke dalam kuil, ada bagian tempat duduk ada juga bagian yg duduk lesehan karena pelaminan tepat di tengah kuil. Karena sedang hamil kalau tidak salah 7 bulan saat itu jadi saya pilih duduk di kursi saja. Ijab kabul atau pemberkatan ini dilaksanakan dengan bahasa India hanya pengantar narasinya saja yg memakai bahasa Indonesia. Misal: pengantin akan memasuki tempat acara, pengantin akan mengelilingi dewa-dewa terlebih dahulu, dst.

Persis seperti acara pernikahan India yg ada di film India. Pengantin berjalan mengelilingi api, tamu yg duduk lesehan pun dipisah antara laki2 dan perempuan. Sayangnya saya tidak terpikir mengambil dokumentasi selain foto pribadi dan gak tau juga apa boleh ambil foto di dalam kuil tentunya akan terfoto juga dewa-dewanya.

Hal menarik berikutnya, tentu saja makanan. Ada bagian khusus untuk orang vegetarian. Kalo saya langsung antri di buffet biasa yg ada kari kambing dan roti canai (roti cane), suami antri di bagian vegetarian. Pengen coba yg beda katanya. Yg saya ingat selain sup kacang merah juga brokoli tepung. Oh ya, saat makan itu pakai piring, sendok, dan gelas plastik. Jadi selesai makan langsung buang ke tempat sampah. Praktis.

Saya gak terlalu memperhatikan apakah cuma saya tamu undangan yg berjilbab tapi ada beberapa keluarga keturunan tionghoa yg juga hadir mendapat perlakuan yang sama baiknya dengan saya. Kebetulan saya kenal dengan semua anggota keluarga inti sahabat saya itu, bahkan supir dan babysitter nya. Jadi seru dan rame pestanya.

Selanjutnya saya pun kembali dapat undangan ulang tahun anak dan perayaan deepavali (hari raya mereka, seperti lebaran kalo di Islam dan natal kalo di Nasrani). Hal yg menarik saat ulang tahun anak, selain kado, keluarga besar memberikan hadiah perhiasan emas yg langsung dipakai si anak. Saya cuma mikir, ga takut hilang ya emas dipake numpuk semua gitu?! Hihihi. Kalo soal makan sudah pasti saya selalu mengincar kari kambing+roti cane dan suami selalu di buffet vegetarian.

Buat saya seru dan menarik karena bisa belajar budaya mereka. Konon katanya istri dari salah satu pemilik rumah produksi ternama di Indonesia juga beribadah di kuil yg saya datangi, hehehe. Sahabat saya itu sih yg pernah sembahyang bareng. Pertanyaan saya ke sahabat: “sasakannya masih eksis?” *eh kok kepo* ;-p

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

9 thoughts on “Acara pernikahan warga India keturunan

  1. acaranya emamng mirim kayak di film2 india yang sering kita tonton itu ya, di sekolah bahasa saya sekarang juga lumayan ada beberapa murid yang dari india juga, sering cerita2 tentang kebudayaan mereka juga dan menarik menurut saya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s