Tipe customer olshop

Bermula saat kuliah sambil bekerja. Ada teman di tempat kerja yg baru merintis bisnis baru. Saya iseng membantu dengan menjual ecer produk tersebut di kampus. Alhamdulillah di luar dugaan teman2 di kampus justru menjadi reseller saya untuk mereka jual lagi. Sampe saat ini usaha tersebut masih saya jalankan.

Setelah melahirkan Teona saya jadi semakin getol olshop, saat ini media jualan saya: bbmgrup dan Instagram. Dari sini saya mulai mengetahui dan mempelajari dua tipe customer dari sudut pandang saya:
1. Tipe customer tidak ribet. Baik customer yg datang dari kalangan tajir atau menengah memang tipe orangnya gak ribet. Salah satu contoh customer saya di timur Indonesia, dia tinggal kasih tau mau digunakan untuk event kapan, menyelesaikan pembayaran, dan lapor ke saya kalau barang sudah diterima. Tidak banyak cing cong. Saya pun senang meladeninya 🙂

2. Tipe customer ribet. Biasanya datang dari kalangan menengah alias “kaya nanggung”. Detilnya nanya barang, lama di pembayaran, ngejar no resi, begitu sampe kalau barang tdk sesuai keinginan akan protes berat bahkan ngotot minta refund.Tapi kalau barang yg diterima bagus dan sesuai keinginan, maka akan diam saja.

Hal yg saya jabarkan di atas tidak hanya berlaku customer pada umumnya tapi juga teman sendiri lho. Tapi makin lama sih saya makin maklum. Yang saya utamakan sama2 enak, customer puas saya pun untung. Memang hal2 gak enak kadang gak bisa terhindarkan. Saya menganggap itu bagian dari kesialan (apes) nya saya. Selama bisa diselesaikan dan tidak menjadi fitnah buat saya gak jadi masalah.

Apa yang saya kalangan sekarang memang masih skala kecil (industri rumahan). Saya hanya jalankan sebagai usaha sampingan (hobi) yg mendatangkan keuntungan. Jadi saya gak mau ambil pusing. Prioritas tentu tetap keluarga jangan sampe terlantar 🙂

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

2 thoughts on “Tipe customer olshop

  1. Hahaha aku nomor dua kayanya. Nanya2 abis gitu lupa transfer. Aku sering melupakan banyak hal karena sibuk dan nggak menaruh itu jadi prioritas. Nanti kalau barangnya sudah datang didiemin di laci. Hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s