Acara “pasar” di kedubes Belanda

Ini kedua kalinya gw dateng ke acara “pasar” yang diadain kedubes Belanda. Otomatis gw bisa bikin perbandingan yang ternyata cukup signifikan ukuran asik atau kurang asiknya acara ini.
Here we go:
1. Antri memasuki kedubes. Tahun ini antrian luar biasa panjang, cuma karena gw bawa 2 anak kecil jadi satpam suruh langsung masuk tanpa mengantri. Tahun lalu, tidak ada antrian.

2. Keramaian. Tahun ini sumpah rame Gila, sesak. Tahun lalu biasa aja, masih serulah ramenya.

3. Hema. Tahun ini restoran Hema yg ada di dalam kantor kedubes TUTUP! *tepokjidat* Tahun lalu hema buka, makanya gw sama Teona nangkring di situ.

Dari sudut pandang gw, tahun ini menggila karena terluka untuk umum. Sementara tahun lalu RSVP. Tahun lalu masih dapet free lunch, tahun ini ga dapet. Tahun lalu acara “pasar” diadain bulan November, tahun ini bulan Desember. Plus acara kemarin ini sempet hujan, jd orang pada neduh nunggu ujan reda.

Untuk bule hunter, gak tau sih event ini pas/tidak untuk menggaet bule. Yang pasti kemarin yg gw liat, banyak bule yg pada bawa keluarga. Eh Tapi ada juga sih yg bawa pacar Indonesia nya.

Karena kurang bisa menikmati acara plus Teona rewel ngantuk, jd gak ada 2 jam di sana. Untuk selanjutnya bakal jadi pertimbangan banget kalo acara ini gak RSVP kayak kemarin, males juga ya.

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

One thought on “Acara “pasar” di kedubes Belanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s