Frany’s Motherhood

Sedikit cerita tentang pengalaman saya sebagai ‘buru’ alias ibu baru. Saya hamil Teona, selama 9 bulan full mual muntah dan tetap bekerja. Saya melahiran dengan proses caesar dikarenakan indikasi medis. Melalui proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini), menikmati breast massage dari tangan para suster di RS yg ternyata rasanya maknyos! sakit bangettt. Tapi entah karena itu atau gift dari Allah, ASI saya melimpah ruah sampai netes dan rembes. Sebagai ibu baru, meraba-raba mencari solusi, akhirnya menggunakan penampung plastik (breast pad) sampai kurang lebih setahun *baru sekitar 3-4 bulan ini saya lepas breast pad. Akhirnya saya sempat mendonorkan ASI saya ke-7 anak lainnya, sengaja saya posting di twitter @aimi_ASI dan @ID_AyahASI membagikan ASI kepada bayi lain yang membutuhkan. Anak susu saya antara lain: Jihan, Della, Shaina, Alka, Kamaratih, Salsabila, dan Hatta. Anak susu terakhir saya seorang lelaki, dikarenakan Hatta adalah anak tetangga di apartemen yang saat itu sedang opname karena muntaber sufor.

Sekarang Teona masih ASI, Alhamdulillah. Tapi saya beri tambahan susu UHT. Saya pun meminimalkan penggunaan pospak (popok sekali pakai), saya imbangi dengan clodi (cloth diapers). Selain ramah lingkungan juga lebih hemat. So far, pengalaman jadi Ibu adalah CAPEK! Hahahaha. Karena itu saya belum terpikir untuk menambah anak lagi, masih gempor bok! Rencana selanjutnya adalah memperkenalkan dan mengajarkan Teona ilmu agama. Cita-cita jangka panjang, ingin sekali Teona bisa menjadi seorang hafidzah (penghafal Al. Qur’an) insya Allah. Semoga diberikan kemudahan dan jalan untuk bisa mencapainya. Amin. Teona sekarang 16 bulan dengan tingkah polah yang lucu, menggemaskan, tidak bisa diam, gak kenal capek, sedikit ngeyel tapi sebenarnya nurut.

Nanti saat usia 2 tahun, Teona akan mulai diajarkan untuk sekolah dan juga mulai minum susu formula. Semoga ga susah untuk disapih, Teona yang merupakan cucu pertama di keluarga saya dan cucu perempuan pertama di keluarga suami menjadi kesayangan seluruh keluarga. Saya hanya berharap agar tidak salah mendidik dia, menjadikan agama sebagai dasar hidupnya, dan memberikan pendidikan serta penghidupan yang layak untuk Teona. Perjuangan masih panjang, tapi saya dan suami optimis kita bisa menjalani parenthood dengan baik. Salah satu cara menjadikan teman atau saudara contoh yang patut atau tidak patut ditiru dalam mendidik anak. Walaupun selalu diselaraskan metode saya dan suami tapi memang semua butuh proses, yang jelas kami akan memposisikan diri sebagai orang tua dan Teona sebagai anak, bukan teman. Konvensional dalam pandangan barat tapi yang terpenting tidak menyimpang ajaran agama. Doakan kami! 🙂

 

Advertisements

Author:

Jakarta, Indonesia - I'm a yellow jacket almamater - Ibunya Teona - 30% workingmom 70% motherhood.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s